Persiapan Mental Jelang Pernikahan

Persiapan Mental Yang Sering Diabaikan Jelang Pernikahan 

Hasil gambar untuk mempersiapkan mental pernikahan islamiKetika kita sedang jatuh cinta, tentu yang paling diinginkan adalah menghabiskan hidup bersama kekasih selamanya. Namun sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ada banyak hal yang kita persiapkan. Bukan hanya materi, tetapi terutama mempersiapkan mental.

Salah satu kesalahan banyak pasangan adalah mereka sepenuh hati percaya bahwa apa yang mereka rasakan tak akan pernah berubah selamanya. Menurut Dr. Danielle Harel dan Celeste Hirschman, terapis seks dan perkawinan, banyak hal yang akan berubah seiring dengan usia pernikahan.

Agar keinginan Anda untuk hidup menikah dan bahagia selamanya tercapai, persiapkan diri terhadap hal-hal ini.

  1. Orang berubah

Setiap orang sepanjang hidupnya pasti akan berubah. Anda harus memberikan ruang perubahan agar hubungan yang dijalani berjalan sehat. Minat dan hobinya mungkin akan berubah seiring dengan usia dan juga lingkungannya. Jangan pernah memaksa pasangan tetap sama seperti saat Anda menikahinya. Tanpa disadari, Anda pun pasti akan berubah.

  1. Waktu tak bisa diputar

Setelah beberapa tahun, hubungan Anda pasti akan berbeda dibanding masa bulan madu. Pada awalnya pernikahan Anda akan penuh dengan keinginan dan hasrat untuk saling belajar. Tetapi kemudian hubungan masuk dalam periode stabil, seks bahkan mungkin tak akan spontan lagi. Berharap hubungan Anda tak berubah hanya akan membuat Anda menderita.

  1. Tak selalu berhasil

Dari pada memaksakan diri untuk membuat hubungan yang dijalani berjalan, cobalah jujur untuk mengungkapkan kebutuhan dan perasaan Anda. Selain itu Anda berdua harus memiliki komitmen untuk mengubah kebiasaan buruk dan berupaya membicarakan setiap masalah.

  1. Tak semua orang setia

Ini adalah fakta. Sekitar 20 persen pria menikah dan 14 persen wanita menikah mengaku pernah berselingkuh dalam pernikahan mereka. Tentu Anda tak berharap hal itu terjadi dalam pernikahan Anda. Lebih baik bicarakan hal ini dengan pasangan di awal, bila perlu buatlah perjanjian. Kejujuran dan sikap saling menghargai akan membuat Anda terhindar dari sikap tidak setia.

  1. Perlu kompromi

Karena setiap orang takut sendirian, ditinggalkan, atau dihakimi, mereka sangat fokus untuk membuat pasangannya bahagia dan hubungan selalu awet. Hal ini juga bisa membuat kita lebih fokus memikirkan orang lain daripada kebahagiaan sendiri. Sikap kompromi satu sama lain akan membuat masing-masing menjadi dirinya sendiri dan menerima perbedaan.

  1. Bertengkar dengan sehat

Tak ada yang salah dengan perbedaan pendapat. Tetapi sikap  menyalahkan, mempermalukan, menginterogasi, menilai, dan menuduh adalah hal yang bisa merusak keintiman. Jadi sebelum menikah, bicarakan pada pasangan bagaimana Anda ingin berkomunikasi satu sama lain dalam menghadapi permasalahan atau pertengkaran.

  1. Tidak ada manusia yang sempurna

Dalam sebuah hubungan, pasti Anda akan merasakan kekecewaan karena pasangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Daripada mencoba untuk menghindari rasa kecewa itu, maka buatlah ruang dalam hati Anda untuk menerima dan menghadapinya. Dengan begitu, Anda bisa menerima pasangan apa adanya, dan sebaliknya ia bisa menerima Anda sepenuh hati.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s