Matre atau Cinta Sejati?

Pria sering menganggap bahwa wanita zaman sekarang terlalu materialistis, melihat pria hanya dari “kancing”-nya saja. Jangan salah paham dulu, karena ketika meminta pendapat kepada para wanita, sebenarnya mereka juga memberikan jawaban yang masuk akal.
Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang–suatu pernyataan yang cukup menjelaskan mengapa wanita cenderung lebih sensitif terhadap materi si pria yang sedang bersamanya. So, what to do? Here’s what you should know…

 

Memenuhi Rasa Aman
Sebelum menjalin hubungan yang lebih serius, coba deh cari tahu terlebih dahulu calon pasangan Anda. Apakah ia bersedia menyelami kehidupan Anda yang sederhana? Ataukah ia terlalu menuntut segala sesuatunya melebihi batas kemampuan Anda? Kalau memang demikian keadaannya, Anda boleh saja kok memiliki second thoughts perihal Anda ingin terus bersamanya atau tidak. Namun, jangan berasumsi semua wanita itu materialistis, ya. Wanita adalah makhluk yang butuh rasa aman untuk masa depan. Jikalau seorang wanita tidak melihat adanya masa depan cerah dalam segi ekonomi, jangan salahkan pasangan jika ia “resign” duluan.

Jadilah Bijaksana
Pria tercipta untuk menjadi tulang punggung keluarga, yang berarti mereka harus memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Jika tidak terpenuhi, pastilah hubungan itu akan bermasalah. Namun, seringkali seorang pria yang berhasil secara finansial, menggunakan uang untuk membuat pasangannya tunduk. This definitely isn’t right! Seorang pria yang jantan seharusnya juga memiliki kerendahan hati, bisa menghargai pasangannya, dan tidak menggunakan uang sebagai alat untuk menguasai pasangannya.

Memahami Perbedaan
Menurut survei, pria memandang uang sebagai suatu obyek, sedangkan wanita memandang uang sebagai sebuah hubungan. Hal ini membuat pria lebih berani untuk mengeluarkan uang dalam hal investasi atau hal-hal yang membuat uang mereka berlipat ganda. Sedangkan wanita lebih menggunakan uang dengan hati-hati, berpikir masa depan jika suatu saat mereka harus menghidupi dirinya sendiri, bahkan terkadang bertanya apakah mereka berhak untuk menghabiskan uang. Perbedaan inilah yang harus dijembatani. Coba tanyakan pada diri sendiri apakah Anda sudah memahami pasangan dalam hal ini. (cosmo/yel)

Source: Cosmopolitan Edisi Maret 2012, Halaman 162

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s